Generasi Rahmatan lil ‘Alamin: Dari Kepedulian Kesehatan Mental hingga Dampak Nyata untuk Bangsa
Generasi muda sekarang punya peran besar, bukan hanya melanjutkan estafet kepemimpinan, tapi juga menjadi sumber kebaikan bagi lingkungan sekitar. Konsep rahmatan lil ‘alamin mengajarkan kita untuk membawa manfaat seluas mungkin, salah satunya lewat kepedulian terhadap kesehatan.
Belum lama ini, mahasiswa Prodi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) melakukan kegiatan sosialisasi pengabdian masyarakat di SMA Dharma Wanita Surabaya. Kegiatan ini berfokus pada isu kesehatan mental remaja, sebuah topik yang sangat relevan mengingat data Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 menyebutkan 1 dari 3 remaja Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental. Angkanya mencapai 15,5 juta orang bukan jumlah kecil dan jelas perlu perhatian bersama.
1. Belajar dari Aksi Nyata Mahasiswa
Kegiatan yang berlangsung pada 15 November 2024 itu dikemas secara interaktif. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak siswa untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Mereka membahas apa itu kesehatan mental, penyebab gangguan, jenisnya, hingga dampaknya. Siswa juga diajak memahami pentingnya tidak melakukan self-diagnosis yang justru bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Suasana kegiatan terasa cair, tidak kaku. Siswa bebas menyampaikan pengalaman dan rasa ingin tahu mereka, sementara para mahasiswa dengan sabar memberikan penjelasan. Dari sini, terlihat bagaimana edukasi bisa berjalan efektif bila dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian anak muda.
2. Menjadi Generasi yang Membawa Manfaat
Apa yang dilakukan mahasiswa Prodi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) UNUSA adalah contoh nyata bagaimana generasi muda bisa hadir membawa perubahan. Dengan langkah kecil berupa sosialisasi, mereka membantu membuka wawasan siswa SMA tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini.
Semangat ini sejalan dengan nilai rahmatan lil ‘alamin menjadi pribadi yang bermanfaat, inovatif, dan memberi dampak positif bagi orang lain. Bayangkan jika pendekatan seperti ini juga diterapkan di ranah lain, misalnya di dunia kerja atau industri. Pekerja akan lebih peduli pada kesehatan mereka, perusahaan lebih sadar pentingnya lingkungan kerja yang aman, dan pada akhirnya produktivitas bangsa pun ikut meningkat.
Penutup
Kesehatan, baik fisik maupun mental, adalah fondasi untuk membangun generasi yang kuat. Apa yang dilakukan mahasiswa Prodi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) UNUSA di Surabaya memberi pesan sederhana: perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, asal dilakukan dengan ketulusan. Inilah wujud generasi rahmatan lil ‘alamin, hadir, peduli, dan berdampak.




Komentar
Posting Komentar